Senin, 27 Februari 2017

Passion is You


PASSION IS YOU 
PASSION IS UNIQUE 

Karya Salemba Empat adalah keluarga baru bagiku. Disana aku menemukan begitu banyak pengalaman luar biasa bersamanya. KSE tidak hanya memberiku beasiswa tapi juga ilmu baru, keluarga baru, teman baru dari berbagai universitas se-Indonesia. Disini aku mengerti banyak hal tentang kehidupan dari sudut pandang yang berbeda, dari zona yang selama ini aku tekuni. Belum lama memang aku bergabung disini, tapi dalam waktu sesingkat pun aku dapat merasakan hal yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Disini aku ditempa mental maupun fisik, dilatih menjadi leader, disiplin dalam berbagai hal, dan menghargai waktu. 

Bertemu berbagai macam orang dari berbagai macam karakteristik merupakan hal yang patut aku syukuri, karena dari situ aku belajar dan semakin belajar menghadapi dunia baru yang selalu berubah-ubah situasi dan keadaannya. karena dunia terlalu misteri untuk kita tanya kenapa, bukan ? ,
dan akupun akhirnya dengan mereka dalam satu frame, kawan kse se-Jabodetaser, ada UNJ, UI, IPB, UNTIRTA. New friends new experience

Kita bisa mengambil filosofi dari sebuah pohon, mereka terus menerus tumbuh dan tumbuh hingga akhirnya layu dan mati. Begitulah kita seharusnya, tetap tumbuh, berproses, menebar manfaat hadirnya kita di dunia untuk orang-orang sekitar kita. Begitupun sejalan dengan Maqalah yang amat santer terdengar di telinga kita yang menyebutkan bahwa "Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat" , Disinilah kita seharusnya menyadari, bahwa kita tak pernah menemui keterbatasan hanya kitalah yang membatasi itu. Never stop learning :) 

Dan ingat satu hal : there is no comfort in growth zone, and there is no growth in comfort zone ;)

Cukuplah melakukan yang terbaik menurut versimu, 'cause passion is you, passion is unique. 
Passion is something that you do that make you feel strong and capable. 

Be positive, Be the one with difference. and Be the best. 


Terimakasih Kse, kita disini bisa Sharing, Networking and Developing

Azzahy, 27 Februari 2017

Kamis, 23 Februari 2017

Mungkin Engkau


Masih terasa hangat cahayamu sang mentari
bersama deburan ombak yang memecah keheningan subuh
engkau saling berkejaran, berebut menghantam karang dan pasir laut
dan suara syahdu dan seok air yang terkadang menakutkan

Semesta ini selalu punya misteri yang tak perlu engkau tanya kenapa
karena pada nyatanya, ombak itu lagi-lagi kembali menghantam karang
bukan karena ia jahat, tapi karena ia tau bahwa karang itu tangguh meski berkali-kali engkau hantam

Ketika pagi menawarkan cerita baru
dan tentang rindu yang tak sebercanda itu
kerisauan di penghujung jalan ini
engkau hadir adanya di tengah perjalanan ini

jika sudah waktunya, semesta pun mengaminkan
merestui jalan yang mempertemukan kita.
mungkinkah engkau kiranya adalah alasanku ingin segera wisuda.



mari memanjat doa-doa panjang untuk hari esok
semoga semesta mengaminkan doa di masing-masing kita.



~Azzahy

Minggu, 19 Februari 2017

Dua Ribu Tujuh Belas


kala itu, sebuah pertemuan yang menjadi awal dari kisah ini.
tepat ditahun yang sama Dua Ribu Tujuh Belas.

Mengulang tahun hanyalah pergantian angka, semakin berkurangnya sisa umur, dan semakin matang usia. dan untaian doa semoga kelak menjadi pribadi yang bijak, lebih baik, insan sholihah, kebanggaan ayahanda dan ibunda.

Perjalanan kehidupan yang tak sebentar bagiku, banyak pengalaman luar biasa, betapa Tuhan menuliskannya begitu Indah.
Hingga pada akhirnya, kita bertemu.

Untaian doa-doa panjang, kerinduan yang tak bisa dijelaskan. Pada hakikatnya kerinduan bukan hanya tentang bertemu lalu berpisah, adakalanya tentang yang tak pernah bertemu dan tak pernah ada di fikiran lalu Allah mempertemukan dengan cara-Nya yang amat Indah tentang kisah yang pada akhirnya kita bertemu.
dan semoga bukan hanya bertemu tetapi Allah satukan.


Untuk hari itu.
hari yang tak pernah ku sangka
untuk apapun yang kau berikan.

"Jazakumullah Khairan Katsiran" di 19 Februari 2017


~Azzahy 
16 Februari 2017


Sabtu, 28 Januari 2017

Hujan Malam

__Bukan puisi__

Kala sunyi menyapa
Gerimis hujan membasahi tanah
Gemuruh menghilangkan sepi
Ketika malam mulai sempurna

Suatu ketika
Mengagumi berubah menjadi mencintai
Pantaskah untuk meminta memiliki ?

Cinta adalah fitrah
PemilikNya yang berhak menanamkan rasa itu untuk siapa dan kepada siapa

Dan pada ketika mencintai itu butuh pengakuan
Apakah layak jika sang hawa menjelaskan ?
Karena disini sang Adam menyapa hangat tanpa pernah menjelaskan


Karena itu
Siapakah yang salah dan pantas disalahi ?
Hujan malam
Tahukah engkau ?
Apa dibalik luruhmu itu mewakili hati sang hawa saat ini ??


*mencintai dalam diam bahkan lebih sakit dari sekedar patah hati

~Azzahy
Bekasi, 22.17 28 Januari 2017

Kamis, 05 Januari 2017

Togamu Bukan Togaku

01-01-2017
Tahun 2017 masih sangat hangat dirasa. Tepat semalam terdengar petasan bak peluru yang bersahutan dan kembang api yang menghiasi langit. tapi tentu saja bukan momen tahun baru yang "spesial" di edisi ini. 

Diusia yang sekarang ini, momen yang sangat rawan bagiku, selain banyak menerima undangan pernikahan juga banyak menghadiri wisuda baik kakak tingkat maupun teman seangkatan. 

hari itu, tepatnya di 1 januari 2017
kabarnya sepupu yang usianya terpaut jauh dibawahku sekitar 3-4 tahun menikah hari itu. wah.. "lagi-lagi diduluin" kalemku dalam hati.
But Its ok. Jodoh hanyalah perkara misteri yang hanya jadi hak prerogratif Allah Swt. 
kita hanya akan dipertemukan di waktu terbaik menurut versi-Nya. dan tugas kita hanyalah memperbaik diri, memperbagus perbuatan, memperhias akhlak dan mengistiqomahkan doa. 
berharap dengan siapapun boleh saja asal jangan sampai putus harapan. 
karena doa adalah senjatanya orang mu'min. 

masih dihari yang sama.
kala itu siang hari, selepas pulang dari kondangan pernikahan sepupu.
kabarnya teman calon kakak ipar (bisa disebut begitu, karena insyaAllah tahun 2018 mereka akan melangsungkan ijab qabul) mohon doanya saja semoga dipermudah jalannya. amin, ya temannya calon kakak ipar sebut saja "dia" (belum pas saja menyebutkan nama), diwisuda hari itu. wah.. 2 kabar bahagia di hari yang sama. bagiku bahagia itu dua hal: ketika memakai kebaya pernikahan dan kebaya wisuda. 

singkatnya, aku diajak untuk ikut hadir di acara wisuda dia, meski sempat menolak dengan dalih "belom kenal dia kok" tapi akhirnya nurut juga karena mamah juga maksa suruh ikut. lucu juga yah. haha
sampailah dikampus tempat dia wisuda. bertemu dan dipersilahkan masuk. eh tunggu. yang boleh masuk hanya satu orang saja, jadi aku dan kakakku lah yang menunggu di luar. sudah ku duga bakal menunggu giini, karena memang sudah biasanya undangan pendamping wisuda itu 1 atau 2 orang saja. 
alhasil menunggu sudah menjadi pilihan. 1 hingga 2 jam mungkin lama juga, tapi tak terasa karena sepanjang menunggu ga cuma muterin gadget aja, tapi dibumbui cerita-cerita, curhat biasa disebut. tak lama dengar kabar selesai juga acara wisudanya. kami diperbolehkan masuk dan edisi foto-foto pun dimulai. selalu saja ada perasaan senang melihat wisuda meski bukan aku yang memakai toganya. selalu saja terharu melihat orang-orang didalam itu berpakaian rapi lengkap dengan baju dan toga wisuda. 
kami foto bergantian karena tak enak meminta orang lain untuk membidik kami,  dan berselfie ria dari yang berempat sampe yang ga sengaja berdua, (duh.. ini asli deh ga sengaja). kami foto-foto dari berdua, bertiga, sampe berempat (ketemu orang baik hati yang bersedia membidikkan kami) dan akhirnya aku minta sendiri lengkap dengan toga yang maksa minjem (maafkan yaa).duh.. duh.. senang bangett.. semoga aja di tahun yang sama bisa pakai toga yang beneran. hehe. amin. Ini kan togamu bukan togaku. 
Acara foto pun berakhir, karena diliputi rasa lapar juga kami mencari tempat makan yang cukup nyaman untuk kumpul dan ngobrol. sampailah di rumah makan ayam penyet, kami memesan sesuai dengan kesukaan kami, dan senangnya juga makan ini gratis. makasih ya buat kamu yang wisuda, semoga berkah, manfaat ilmunya. amin. 
dan mungkin saja, inilah juga alasan kenapa dulu sempat ada orang yang nolak dihadiri wisudanya. haha 

Dan inilah sejujurnya pertemuan pertama bagiku dengannya, entah adakah pertemuan-pertemuan selanjutnya ? wallahu 'alam 



azzahy
1 januari 2017 

Senin, 14 November 2016

Bidadari Surga Dunia

BIDADARI SURGA DUNIA
Allahu rabbul izzati
Jika cinta kan menghampiri diri
Jangan biarkan cinta kepada-Mu hilang dihati
Perkenankanlah tuk selalu mencintai-Mu
Sepenuh hati dan ketulusan diri
Allahu rabbul izzati
Hanya kepadamu cinta hakiki
Cinta yang menghantarkan keindahan sesungguhnya
Cinta dengan kebersihan jiwa hati
Cinta untuk mendapatkan keridhoan-Mu
Allahu rabbul izzati
Cinta itu pasti kan datang menghampiri diri
Berikanlah cinta kepada seorang insan mulia
Yang didalamnya selalu ada keinginan dengan tujuan keridhoan-Mu
Itulah bidadari surga dunia
            Bidadari surga dunia
            Berhiaskan iman dan takwa
            Wajah indah berseri  karena air wudhu keseharian dirinya
Bidadari surga dunia
Idaman semua wanita shalihah
Cerminan seorang berhati mulia yang selalu terpatri dalam dirinya
            Bidadari surga dunia
            Ada cahaya yang terpancar di wajah
menerangi dunia dengan sinar yang menyilaukan
karena kemuliaan dan keindahan dirinya
bidadari surga dunia
akhlaqul karimah perhiasan dunia
ilmu sebagai jalan menuju surga
dunia menjadi ladang akhirat bagi dirinya untuk mencapai cinta Allah taala
            Allahu rabbul izzati
Dalam dunia yang merana
Dunia kan nantinya akan binasa
Dunia yang sesak dengan keserakahan manusia
Dapatkah bertemu dengan dirinya
Mencintai seorang bidadari surga dunia 
Mencintai karena ridho Allah taala
Yang berhulu iman bermuara taqwa???

Allahu rabbul izzati

                                                                                                            Bekasi, 2012



perempuan dalam ranah majelis taklim

Perempuan Kekinian Dalam Ranah Majelis Ta’lim
Majelis ta’lim sudah ada sejak zaman Rasulullah Saw saat dakwah pertamanya dirumah salah satu sahabat beliau yakni Arqom bin Al-Arqom, kegiatan majelis ilmu dilakukan bersama sahabat-sahabat beliau dengan mengkaji kajian keislaman kala itu. Kini, istilah majelis ta’lim sudah tak asing lagi dikalangan kita, mungkin hal yang pertama terfikir oleh kita dalam istilah majelis ta’lim adalah perkumpulan ibu-ibu dalam sebuah halaqah membahas kajian keagamaan dan lantunan shalawat yang mendayu-dayu oleh segenap kaum ibu-ibu di berbagai daerah biasanya. Namun hal ini telah merambah dengan cepat bentuk-bentuk dan model majelis ta’lim yang terlihat lebih modern mengikuti perkembangan zaman, diantaranya saat ini telah banyak kita temui pengajian-pengajian majleis ta’lim dilingkungan kantor, perumahan-perumahan elit, dan lain sebagainya. Hal ini membuktikan bahwa majelis ta’lim ini memberikan pengaruh yang positif bagi lingkungannya terutama dalam memperat kembali tali ukhuwah antar ummat. 
Majelis ta’lim sebagai lembaga pendidikan agama Islam non formal merupakan salah satu sentral pembangunan mental beragama di lingkungan masyarakat yang berfungsi sebagai wadah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan, bertukar fikiran masalah keagamaan, membina keakraban, wadah mendapatkan informasi melalui kajian-kajian keagamaan yang dilakukan dalam sebuah majelis ta’lim, serta menumbuhkan kerjasama antar ummat. Majelis ta’lim yang berjamur di masyarakat pada umumnya didominasi oleh kaum perempuan yang selalu aktif menjalankan kajian keagamaan di daerahnya masing-masing, karena dengan kegiatan seperti itu mampu mempererat ukhuwah antar sesama warga di lingkungan tersebut terkhusus bagi kaum wanita (ibu-ibu).
Pembinaan keagamaan melalui majelis ta’lim ternyata memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi lingkungan masyarakat sekitar. Khususnya dibidang keagamaan, dengan adanya majelis ta’lim ini mampu memberikan stimulus yang baik bagi kaum perempuan sebagai pionir pembangunan bangsa dalam hal pendidikan terlebih dalam lingkungan keluarganya masing-masing, karena dengan melakukan kajian-kajian keagamaan terus-menerus mampu mencetak lingkungan yang islami serta keluarga yang islami pula karena dipelopori oleh kaum perempuan yang berfungsi sebagai istri, ibu bagi anak-anak mereka.
Perempuan adalah pembangun pondasi yang paling fundamental bagi peradaban, karena dari sentuhan nilai madrasah pertama ini lahir para sosok-sosok yang luar biasa yang mencermelangkan tiap lembar sejarah. Kapasitas keilmuan tentu jadi hal yang diharuskan dimiliki oleh perempuan , sehingga setelahnya kita dapat menyirami tunas-tunas peradaban yang akan tumbuh menjadi kebun yang rindang menyejukkan dunia dengan wawasannya.
Tentu perempuan kekinian itu harus memiliki intelektualitas yang tinggi mengikuti arus perkembangan zaman dengan tetap pada koridor illahi yang semestinya. Majelis ta’lim menjadi salah satu wadah bagi mereka untuk mengembangkan potensi, berbagi wawasan kepada perempuan-perempuan lainnya dengan begitu arus pengetahuan akan mengalir dari tangan-tangan mereka hingga ke tunas-tunas bangsa paling kreatif sedunia nantinya.
Azzahy, ciputat 30 oktober 2015